Sinopsis Different Dreams Episode 5-6 Part 1 Drama Korea
Topnes.net – Sinopsis Drama Korea Different Dreams, cerita serial drama Korea Different Dreams Episode 5-6 part 1, kelanjutan dari cerita episode sebelumnya dicerita ini Won Bong yang disekap di sebuah ruangan.
Dari luar luar jendela, Nam Ok muncul untuk mengarahkan senjatanya ke Won Bong. Nam Ok lalu tarik pelatuknya.
Peluru menghantam jendela tepat di depan Won Bong, tetapi Won Bong baik-baik saja.
Tae Joon ada di Manchuria Utara. Ia menghuni kawasan sebuah pergudangan, bersama seorang pria yang menjadi mata2nya, bersama Kim Seung Jin.
Sambil menunggu air yang direbusnya matang, Tae Joon tanya, apa Seung Jin sudah siap ke Shanghai.
Seung Jin berkata, ia hanya tinggal pergi saja.
Tae Joon lantas duduk di depan Seung Jin. Ia menuangkan air panas ke dalam gelas Seung Jin. Seung Jin menatapnya intens.
Fukuda menemui Oda. Oda menawari Fukuda kopi tapi Fukuda menolak dan mengaku sudah minum 3 gelas kopi hari itu.
Oda lantas menyuruh Fukuda ke Shanghai.

Fukuda yang tahu Young Jin di Shanghai, terkejut. Oda tanya, kenapa Fukuda terkejut. Fukuda tersenyum dan berkata, tidak apa-apa. Fukuda kemudian tanya, ada apa di Shanghai. Oda bilang, ini tentang Tae Joon. Dana komintern yang dikelola Tae Joon lebih dari 6.000 dollar.
Oda mengatakan Tidak. Dia di suatu tempat di Mongolia atau Manchuria. Sulit melacaknya. Dia punya seorang kaki tangan bernama Kim Seung Jin.
Fukuda kaget. Melihat reaksi Fukuda, Oda sontak bertanya, ada apa. Apa terlalu sulit untuk Fukuda.
Seketaris Oda menemui Matsuura yang menunggunya di taman. Wanita itu memberikan informasi pada Matsuura.
"Itu dokumen resmi yang dikirim dari konsulat di Shanghai. Kim Seung Jin menuju ke sana." ucap wanita itu.
Wanita itu lantas meminta bayarannya. Matsuura mengeluarkan amplop berisi uang. Wanita itu langsung menyambar amplopnya, tapi Matsuura tidak mau memberinya.
Wanita itu menghela nafas dan memberitahu Matsuura kalau Fukuda juga ditugaskan ke sana. Barulah, Matsuura membayarnya. Matsuura kesal karena harus berhadapan dengan Fukuda lagi.
Seorang wanita, bernama Ma Young Sung, menyuruh Young Jin makan dulu sebelum pergi. Young Jin yang buru2, mengatakan kalau ia harus segera pergi.
Youung Sung pun berkata, akan menaruhnya di kamar Young Jin.
Young Jin bergegas keluar. Young Sung menyusul Young Jin dan tanya, apa Young Jin akan pulang terlambat. Young Jin berkata, akan tahu pulang jam berapa setelah tiba disana.
Young Jin pun pergi. Ia melintasi perkampungan yang padat penduduk. Burung2 beterbangan di langit Shanghai. Sinar matahari pagi menyinari bumi.
Young Jin tiba di kampusnya, Universitas Fudan. Bersama timnya, ia membedah mayat dan mulai melakukan penelitian. Setelah itu, Young Jin dan tim nya tampak mengobrol di halaman kampus. Tak lama kemudian, mereka berpisah.
Sekarang, Young Jin duduk di kereta. Ia teringat kata2 Won Bong padanya, saat mereka sama2 di kapal menuju Shanghai.
Saat Kereta berhenti. Young Jin bergegas turun. Young Jin kemudian menyusuri jalanan. Dari seberang jalan, Won Bong memperhatikan Young Jin.
Saat Young Jin menoleh ke arahnya, ia buru buru menundukkan kepalanya dan menyembunyikan wajahnya di balik topinya.
Young Jin lantas melihat penjaja makanan favoritnya. Ia berseru senang dan tersenyum menikmati jajanannya.
Tak lama, terdengar bunyi petasan di dekat Won Bong. Young Jin menoleh. Won Bong langsung menyembunyikan dirinya.
Young Jin kemudian pergi. Seung Jin mengikutinya. Won Bong menatap curiga ke arah mereka.
Fukuda tiba di Shanghai. Dua orang pria yang merupakan agen khusus Konsulat Jepang di Shanghai, langsung menjemputnya. Salah satu pria bernama Maru. Mereka berjalan melewati dua pria yang duduk di salah stan makanan.
Begitu mereka pergi, si penjual makanan menganggukkan kepalanya pada dua pria itu. Dua pria itu mengerti dan bergegas pergi.
Pada Malam harinya, Fukuda menuju suatu tempat sementara Young Jin baru kembali ke penginapannya. Ia terus masuk ke kamarnya tapi kemudian, ia kaget melihat sosok yang duduk di kamarnya yang gelap.
Young Jin menyalakan lampu. Ia marah melihat sosok itu yang ternyata adala Won Bong. Won Bong tanya soal pria tadi. Young Jin tak mengerti. Won Bong pun menjelaskan, kalau ia harus bertemu dengan Tae Joon.
Young Jin kesal, Young Jin duduk termenung di ranjangnya. Won Bong sudah pergi. Young Jin kemudian berdiri. Ia membuka laci meja riasnya dan mengeluarkan sebuah foto. Fotonya bersama Esther dan Tae Joon. Ia terpaku memandangi foto itu.
Tak lama, suara ketukan di pintu kamarnya membuat ia terkejut. Young Jin pun membukanya. Ternyata Fukuda yang datang. Fukuda tersenyum dan menunjukkan buah plum yang dibawanya. Young Jin pun tersenyum.
Fukuda dan Young Jin bicara diluar. Young Jin minta maaf karena tidak bisa menyambut Fukuda, padahal Fukuda sudah jauh2 datang. Fukuda berkata, itu salahnya karena tidak memberitahu Young Jin.
Fukuda lantas mengaku, ia senang melihat Young Jin lagi. Young Jin lalu mengajak Fukuda makan siang saat Fukuda ada waktu senggang. Fukuda sumringah, benarkah? Young Jin mengangguk.
Fukuda : Ini benar-benar hari istimewa. Ini kali pertamamu membahas pertemuan kita lagi. Kalau begitu, sampai jumpa lagi.
Fukuda beranjak pergi.
Tanpa mereka sadari, dua pria yang mengikuti Fukuda memotret mereka saat mereka tengah bicara tadi.
Terlihat Won Bong yang berdiri di depan pintu. Ternyata ia sedang memperhatikan seorang pria yang tengah menyuapi ibunya. Pria itu, Doo Wol Sung, pemimpin Kelompok Cheongbang.
Di depannya, seketarisnya, Lee So Min, juga berdiri memperhatikannya.
Usai menyuapi ibunya, Wol Sung pun pergi. So Min langsung menutup pintu ruangan itu.
Wol Sung duduk di ruangan lain. Won Bong mengikuti Wol Sung.
Wol Sung : Ibuku nyaris tidak makan. Dia hanya makan beberapa sendok bubur sapi yang kusuapkan. Aku hanya ke sini sekali sehari untuk menyuapinya, tapi aku yakin dia merawatku setiap saat kala aku tumbuh besar.
Wol Sung menyajikan teh untuk Won Bong. Tapi Won Bong terus menatapnya dengan intens.
Wol Sung meneguk tehnya, lalu menatap Jin Soo yang berdiri di dekat mereka. Wol Sung berkata, karena Jin Soo yang memintanya, maka ia setuju menemui Won Bong. Tapi meskipun begitu, tetap saja ia tidak tahu siapa Won Bong.
Won Bong berkata, bahwa ia ingin minta tolong.
Wol Sung pun menghentikan Won Bong bicara dan menegaskan, kalau ia tidak mengenal Won Bong.
Won Bong pergi dengan wajah kesal setelah penolakan Wol Sung.
Jin Soo buru2 mengejar Won Bong. Jin Soo menjelaskan, bahwa Wol Sung bersikap waspada karena belum mengenal Won Bong.
Jin Soo : ... tapi begitu dia memercayaimu, dia sepenuhnya mendukungmu selama kau tidak mengkhianatinya.
Won Bong : Memang kelihatannya aku punya waktu luang!
Jin Soo : Aku mengerti. Akan kuaturkan jadwal lain segera.
Won Bong beranjak pergi. Jin Soo membahas soal kata2 Won Bong kemarin.
Jin Soo : Salah satu organisasi bawahan kami berkaitan dengan persediaan medis. Ada yang memesan obat tertentu dalam jumlah besar. Namanya Hong Cheon Sung. Dia tidak katakan dari mana asalnya atau untuk apa persediaan obat itu, karenanya kami belum bertransaksi. Tapi kudengar seorang konsul Jepang membuntutinya.
Won Bong : Aku harus bertemu dengannya.
Seung Jin terlihat di dalam rumah bordil. Ia terus berjalan, hingga akhirnya ia tiba di sebuah kamar. Dan di kamar itu, Won Bong sudah menunggunya. Seung Jin menawari Won Bong maotai (sejenis liquor). Tapi Won Bong bilang, ia lebi suka nojuteukgok (Minuman keras tradisional khas Sichuan Tiongkok). Seung Jin kemudian duduk.
Seung Jin mengikuti Won Bong. Namun langkahnya mendadak terhenti karena ia merasa ada yang mengikuti mereka. Won Bong pun menoleh dan meminta Seung Jin terus mengikutinya.
Benar saja, 3 orang pria memang mengikuti mereka. Sepertinya anak buah Doo Wol Sung.
Sampai di sebuah gang, Won Bong memberi kode ke Nam Ok yang sudah menunggunya. Nam Ok mengerti. Ia menarik jinrikisha (sejenis becak) dan berlari ke arah 3 pria itu, sambil teriak, meminta diberi jalan.
Won Bong mendesak Seung Jin ke dinding. Seung Jin yang ketakutan, langsung mengeluarkan pistolnya dan mengarahkannya ke Won Bong. Tapi Won Bong dengan cepatnya merebut pistol Seung Jin dan balik mengancam Seung Jin.
Won Bong dan Nam Ok menyekap Seung Jin di sebuah kamar.
Seung Jin marah, siapa kau! Nam Ok menyuruh Seung Jin diam. Seung Jin tak percaya. "Kalau kau Kim Won Bong, maka aku Stalin!"
Sontak, Nam Ok ingin tertawa tapi ia menahannya.
Seung Jin lantas menuduh mereka mata2 Kim Goo.
Won Bong pun memakai cara lain. Ia mengancam Seung Jin, akan melukai Young Jin agar Tae Joon muncul. Seung Jin pun berkeras, tidak mengenal Young Jin dan menyuruh mereka membunuh Young Jin jika mau.
Anak buah Wol Sung memberikan laporan pada Wol Sung tentang kedatangan Fukuda ke Shanghai.
"Setelah selesai bekerja, dia menemui wanita itu. Dia putri angkat seorang jenderal Jepang."
Wol Sung menatap foto2 Fukuda yang baru tiba di stasiun, serta foto Fukuda yang sedang bicara dengan Young Jin dan foto Young Jin.
"Aku sudah mengawasi Kim Won Bong sesuai perintah Anda. Dia juga mengawasi wanita itu. Mereka juga pernah bertemu."
Jin Soo langsung melirik Wol Sung.
Mereka melewati jajanan malam.
Young Jin tanya, rasa xiaolongbao (pangsit) yang mereka makan tadi.
Mereka lalu berhenti berjalan. Fukuda mengajak Young Jin duduk sebentar. Fukuda duduk duluan, lalu ia membersihkan kursi di sebelahnya dengan tangannya.
Young Jin tersenyum, lalu duduk di samping Fukuda.
Young Jin tersenyum lebar. Fukuda menatap intens Young Jin. Young Jin tanya, kenapa Fukuda menatapnya begitu. Fukuda bilang, senyum Young Jin seperti bunga sakura yang bermekaran.
Young Jin tersenyum.
Young Jin pulang sendirian. Ia sempat berhenti melangkah saat melihat sebuah mobil mengikutinya. Tapi mobil itu berlalu begitu saja.
Young Jin tak curiga, ia kembali berjalan.
Tapi mobil itu kembali lagi.
Young Jin menuju kamarnya. Curiga ada yang mengikutinya, Young Jin berbalik. Anak buah Wol Sung langsung mengarungi kepala Young Jin dan membawa Young Jin pergi.
Young Sung yang kebetulan melintas, melihat Young Jin diculik.
Fukuda kembali ke kantornya. Anak buahnya melapor, kalau Seung Jin menghilang.
Young Jin dibawa ke hadapan Wol Sung.
Nam Ok mengajak Won Bong menginterogasi Young Jin karena Seung Jin masih tidak mau bicara soal Tae Joon.
Tiba2, terdengar ketukan di pintu. Sontak, Won Bong langsung mengarahkan pistolnya ke arah pintu.
Won Bong dengan hati2 membuka pintu dan terus mengarahkan pistol ke depan. Tak lama, ia menemukan sebuah pesan di lantai.
Won Bong membacanya. Pesan dari Jin Soo yang menyuruhnya ke atap. Jin Soo memberitahu Won Bong kalau Cheongbang menangkap Young Jin.
Won Bong memberitahu Nam Ok, Cheongbang menyekap Young Jin.
Seung Jin yang mendengar itu kaget.
Won Bong ingin menyelamatkan Young Jin, tapi ditahan Nam Ok.
Won Bong lantas melirik Seung Jin. Ia melepaskan kain yang membekap mulut Seung Jin.
Selanjutnya di Sinopsis Different Dreams Episode 5-6 Part 2 Drama Korea
Dari luar luar jendela, Nam Ok muncul untuk mengarahkan senjatanya ke Won Bong. Nam Ok lalu tarik pelatuknya.
Peluru menghantam jendela tepat di depan Won Bong, tetapi Won Bong baik-baik saja.
Tae Joon ada di Manchuria Utara. Ia menghuni kawasan sebuah pergudangan, bersama seorang pria yang menjadi mata2nya, bersama Kim Seung Jin.
Sambil menunggu air yang direbusnya matang, Tae Joon tanya, apa Seung Jin sudah siap ke Shanghai.
Seung Jin berkata, ia hanya tinggal pergi saja.
Tae Joon lantas duduk di depan Seung Jin. Ia menuangkan air panas ke dalam gelas Seung Jin. Seung Jin menatapnya intens.
Fukuda menemui Oda. Oda menawari Fukuda kopi tapi Fukuda menolak dan mengaku sudah minum 3 gelas kopi hari itu.
Oda lantas menyuruh Fukuda ke Shanghai.

Fukuda yang tahu Young Jin di Shanghai, terkejut. Oda tanya, kenapa Fukuda terkejut. Fukuda tersenyum dan berkata, tidak apa-apa. Fukuda kemudian tanya, ada apa di Shanghai. Oda bilang, ini tentang Tae Joon. Dana komintern yang dikelola Tae Joon lebih dari 6.000 dollar.
Oda mengatakan Tidak. Dia di suatu tempat di Mongolia atau Manchuria. Sulit melacaknya. Dia punya seorang kaki tangan bernama Kim Seung Jin.
Fukuda kaget. Melihat reaksi Fukuda, Oda sontak bertanya, ada apa. Apa terlalu sulit untuk Fukuda.
Seketaris Oda menemui Matsuura yang menunggunya di taman. Wanita itu memberikan informasi pada Matsuura.
"Itu dokumen resmi yang dikirim dari konsulat di Shanghai. Kim Seung Jin menuju ke sana." ucap wanita itu.
Wanita itu lantas meminta bayarannya. Matsuura mengeluarkan amplop berisi uang. Wanita itu langsung menyambar amplopnya, tapi Matsuura tidak mau memberinya.
Wanita itu menghela nafas dan memberitahu Matsuura kalau Fukuda juga ditugaskan ke sana. Barulah, Matsuura membayarnya. Matsuura kesal karena harus berhadapan dengan Fukuda lagi.
Seorang wanita, bernama Ma Young Sung, menyuruh Young Jin makan dulu sebelum pergi. Young Jin yang buru2, mengatakan kalau ia harus segera pergi.
Youung Sung pun berkata, akan menaruhnya di kamar Young Jin.
Young Jin bergegas keluar. Young Sung menyusul Young Jin dan tanya, apa Young Jin akan pulang terlambat. Young Jin berkata, akan tahu pulang jam berapa setelah tiba disana.
Young Jin pun pergi. Ia melintasi perkampungan yang padat penduduk. Burung2 beterbangan di langit Shanghai. Sinar matahari pagi menyinari bumi.
Young Jin tiba di kampusnya, Universitas Fudan. Bersama timnya, ia membedah mayat dan mulai melakukan penelitian. Setelah itu, Young Jin dan tim nya tampak mengobrol di halaman kampus. Tak lama kemudian, mereka berpisah.
Sekarang, Young Jin duduk di kereta. Ia teringat kata2 Won Bong padanya, saat mereka sama2 di kapal menuju Shanghai.
Saat Kereta berhenti. Young Jin bergegas turun. Young Jin kemudian menyusuri jalanan. Dari seberang jalan, Won Bong memperhatikan Young Jin.
Saat Young Jin menoleh ke arahnya, ia buru buru menundukkan kepalanya dan menyembunyikan wajahnya di balik topinya.
Young Jin lantas melihat penjaja makanan favoritnya. Ia berseru senang dan tersenyum menikmati jajanannya.
Tak lama, terdengar bunyi petasan di dekat Won Bong. Young Jin menoleh. Won Bong langsung menyembunyikan dirinya.
Young Jin kemudian pergi. Seung Jin mengikutinya. Won Bong menatap curiga ke arah mereka.
Fukuda tiba di Shanghai. Dua orang pria yang merupakan agen khusus Konsulat Jepang di Shanghai, langsung menjemputnya. Salah satu pria bernama Maru. Mereka berjalan melewati dua pria yang duduk di salah stan makanan.
Begitu mereka pergi, si penjual makanan menganggukkan kepalanya pada dua pria itu. Dua pria itu mengerti dan bergegas pergi.
Pada Malam harinya, Fukuda menuju suatu tempat sementara Young Jin baru kembali ke penginapannya. Ia terus masuk ke kamarnya tapi kemudian, ia kaget melihat sosok yang duduk di kamarnya yang gelap.
Young Jin menyalakan lampu. Ia marah melihat sosok itu yang ternyata adala Won Bong. Won Bong tanya soal pria tadi. Young Jin tak mengerti. Won Bong pun menjelaskan, kalau ia harus bertemu dengan Tae Joon.
Young Jin kesal, Young Jin duduk termenung di ranjangnya. Won Bong sudah pergi. Young Jin kemudian berdiri. Ia membuka laci meja riasnya dan mengeluarkan sebuah foto. Fotonya bersama Esther dan Tae Joon. Ia terpaku memandangi foto itu.
Tak lama, suara ketukan di pintu kamarnya membuat ia terkejut. Young Jin pun membukanya. Ternyata Fukuda yang datang. Fukuda tersenyum dan menunjukkan buah plum yang dibawanya. Young Jin pun tersenyum.
Fukuda dan Young Jin bicara diluar. Young Jin minta maaf karena tidak bisa menyambut Fukuda, padahal Fukuda sudah jauh2 datang. Fukuda berkata, itu salahnya karena tidak memberitahu Young Jin.
Fukuda lantas mengaku, ia senang melihat Young Jin lagi. Young Jin lalu mengajak Fukuda makan siang saat Fukuda ada waktu senggang. Fukuda sumringah, benarkah? Young Jin mengangguk.
Fukuda : Ini benar-benar hari istimewa. Ini kali pertamamu membahas pertemuan kita lagi. Kalau begitu, sampai jumpa lagi.
Fukuda beranjak pergi.
Tanpa mereka sadari, dua pria yang mengikuti Fukuda memotret mereka saat mereka tengah bicara tadi.
Terlihat Won Bong yang berdiri di depan pintu. Ternyata ia sedang memperhatikan seorang pria yang tengah menyuapi ibunya. Pria itu, Doo Wol Sung, pemimpin Kelompok Cheongbang.
Di depannya, seketarisnya, Lee So Min, juga berdiri memperhatikannya.
Usai menyuapi ibunya, Wol Sung pun pergi. So Min langsung menutup pintu ruangan itu.
Wol Sung duduk di ruangan lain. Won Bong mengikuti Wol Sung.
Wol Sung : Ibuku nyaris tidak makan. Dia hanya makan beberapa sendok bubur sapi yang kusuapkan. Aku hanya ke sini sekali sehari untuk menyuapinya, tapi aku yakin dia merawatku setiap saat kala aku tumbuh besar.
Wol Sung menyajikan teh untuk Won Bong. Tapi Won Bong terus menatapnya dengan intens.
Wol Sung meneguk tehnya, lalu menatap Jin Soo yang berdiri di dekat mereka. Wol Sung berkata, karena Jin Soo yang memintanya, maka ia setuju menemui Won Bong. Tapi meskipun begitu, tetap saja ia tidak tahu siapa Won Bong.
Won Bong berkata, bahwa ia ingin minta tolong.
Wol Sung pun menghentikan Won Bong bicara dan menegaskan, kalau ia tidak mengenal Won Bong.
Won Bong pergi dengan wajah kesal setelah penolakan Wol Sung.
Jin Soo buru2 mengejar Won Bong. Jin Soo menjelaskan, bahwa Wol Sung bersikap waspada karena belum mengenal Won Bong.
Jin Soo : ... tapi begitu dia memercayaimu, dia sepenuhnya mendukungmu selama kau tidak mengkhianatinya.
Won Bong : Memang kelihatannya aku punya waktu luang!
Jin Soo : Aku mengerti. Akan kuaturkan jadwal lain segera.
Won Bong beranjak pergi. Jin Soo membahas soal kata2 Won Bong kemarin.
Jin Soo : Salah satu organisasi bawahan kami berkaitan dengan persediaan medis. Ada yang memesan obat tertentu dalam jumlah besar. Namanya Hong Cheon Sung. Dia tidak katakan dari mana asalnya atau untuk apa persediaan obat itu, karenanya kami belum bertransaksi. Tapi kudengar seorang konsul Jepang membuntutinya.
Won Bong : Aku harus bertemu dengannya.
Seung Jin terlihat di dalam rumah bordil. Ia terus berjalan, hingga akhirnya ia tiba di sebuah kamar. Dan di kamar itu, Won Bong sudah menunggunya. Seung Jin menawari Won Bong maotai (sejenis liquor). Tapi Won Bong bilang, ia lebi suka nojuteukgok (Minuman keras tradisional khas Sichuan Tiongkok). Seung Jin kemudian duduk.
Seung Jin mengikuti Won Bong. Namun langkahnya mendadak terhenti karena ia merasa ada yang mengikuti mereka. Won Bong pun menoleh dan meminta Seung Jin terus mengikutinya.
Benar saja, 3 orang pria memang mengikuti mereka. Sepertinya anak buah Doo Wol Sung.
Sampai di sebuah gang, Won Bong memberi kode ke Nam Ok yang sudah menunggunya. Nam Ok mengerti. Ia menarik jinrikisha (sejenis becak) dan berlari ke arah 3 pria itu, sambil teriak, meminta diberi jalan.
Won Bong mendesak Seung Jin ke dinding. Seung Jin yang ketakutan, langsung mengeluarkan pistolnya dan mengarahkannya ke Won Bong. Tapi Won Bong dengan cepatnya merebut pistol Seung Jin dan balik mengancam Seung Jin.
Won Bong dan Nam Ok menyekap Seung Jin di sebuah kamar.
Seung Jin marah, siapa kau! Nam Ok menyuruh Seung Jin diam. Seung Jin tak percaya. "Kalau kau Kim Won Bong, maka aku Stalin!"
Sontak, Nam Ok ingin tertawa tapi ia menahannya.
Seung Jin lantas menuduh mereka mata2 Kim Goo.
Won Bong pun memakai cara lain. Ia mengancam Seung Jin, akan melukai Young Jin agar Tae Joon muncul. Seung Jin pun berkeras, tidak mengenal Young Jin dan menyuruh mereka membunuh Young Jin jika mau.
Anak buah Wol Sung memberikan laporan pada Wol Sung tentang kedatangan Fukuda ke Shanghai.
"Setelah selesai bekerja, dia menemui wanita itu. Dia putri angkat seorang jenderal Jepang."
Wol Sung menatap foto2 Fukuda yang baru tiba di stasiun, serta foto Fukuda yang sedang bicara dengan Young Jin dan foto Young Jin.
"Aku sudah mengawasi Kim Won Bong sesuai perintah Anda. Dia juga mengawasi wanita itu. Mereka juga pernah bertemu."
Jin Soo langsung melirik Wol Sung.
Mereka melewati jajanan malam.
Young Jin tanya, rasa xiaolongbao (pangsit) yang mereka makan tadi.
Mereka lalu berhenti berjalan. Fukuda mengajak Young Jin duduk sebentar. Fukuda duduk duluan, lalu ia membersihkan kursi di sebelahnya dengan tangannya.
Young Jin tersenyum, lalu duduk di samping Fukuda.
Young Jin tersenyum lebar. Fukuda menatap intens Young Jin. Young Jin tanya, kenapa Fukuda menatapnya begitu. Fukuda bilang, senyum Young Jin seperti bunga sakura yang bermekaran.
Young Jin tersenyum.
Young Jin pulang sendirian. Ia sempat berhenti melangkah saat melihat sebuah mobil mengikutinya. Tapi mobil itu berlalu begitu saja.
Young Jin tak curiga, ia kembali berjalan.
Tapi mobil itu kembali lagi.
Young Jin menuju kamarnya. Curiga ada yang mengikutinya, Young Jin berbalik. Anak buah Wol Sung langsung mengarungi kepala Young Jin dan membawa Young Jin pergi.
Young Sung yang kebetulan melintas, melihat Young Jin diculik.
Fukuda kembali ke kantornya. Anak buahnya melapor, kalau Seung Jin menghilang.
Young Jin dibawa ke hadapan Wol Sung.
Nam Ok mengajak Won Bong menginterogasi Young Jin karena Seung Jin masih tidak mau bicara soal Tae Joon.
Tiba2, terdengar ketukan di pintu. Sontak, Won Bong langsung mengarahkan pistolnya ke arah pintu.
Won Bong dengan hati2 membuka pintu dan terus mengarahkan pistol ke depan. Tak lama, ia menemukan sebuah pesan di lantai.
Won Bong membacanya. Pesan dari Jin Soo yang menyuruhnya ke atap. Jin Soo memberitahu Won Bong kalau Cheongbang menangkap Young Jin.
Won Bong memberitahu Nam Ok, Cheongbang menyekap Young Jin.
Seung Jin yang mendengar itu kaget.
Won Bong ingin menyelamatkan Young Jin, tapi ditahan Nam Ok.
Won Bong lantas melirik Seung Jin. Ia melepaskan kain yang membekap mulut Seung Jin.
Selanjutnya di Sinopsis Different Dreams Episode 5-6 Part 2 Drama Korea
Comments
Post a Comment